Jelang Penerapan Denda Rp 1 Juta, Polisi Sterilisasi Jalur Transjakarta

Laporan Reporter Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM – Ditlantas Polda Metro Jaya, mulai Rabu (30/10/2013), melakukan sterilisasi jalur bus Transjakarta di semua koridor dan di sejumlah titik yang dianggap rawan dan memungkinkan terjadinya pelanggaran atau penerobosan jalur bus Transjakarta tersebut.

Sterilisasi ini sebagai persiapan jelang penerapan sanksi denda maksimal bagi pengendara yang menerobos masuk ke jalur bus Transjakarta yakni sebesar Rp 1 Juta untuk kendaraan roda empat dan Rp 500 ribu untuk sepeda motor paling lambar akhir November 2013 mendatang.

Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan sterilisasi jalur bus Transjakarta ini dilakukan serentak di seluruh koridor yang ada. Menurutnya upaya ini sebagai langkah awal pihaknya sebelum nantinya penerapan sanksi denda maksimal diterapkan.

"Mulai hari ini (Rabu 30/10-Red) sampai 1 bulan kedepan, kami lakukan penertiban dan sterilisasi jalur bus Transjakarta secara lebih intensif. Ini bukan sosialisasi penerapan denda maksimal," kata Hindarsono kepada Warta Kota, Rabu (30/10/2013) malam.

Sterilisasi ini, kata Hindarsono, merupakan langkah awal pihaknya sebagai proses untuk mengubah kebiasaan masyarakat atau pengendara, dimana di sejumlah koridor banyak pengendara yang kerap menerobos jalur Bus Transjakarta.

Alhasil, kata Hindarosno, jika nantinya sanksi denda maksimal untuk penerobos busway benar-benar diterapkan, maka para pengendara sudah terbiasa untuk tidak masuk atau menerobos jalur bus Transjakarta.

Dengan begitu, mereka terhindar dari penindakan pihaknya serta sanksi denda maksimal yang akan diterapkan. "Jadi ini tahap proses saja dan bukan bentuk sosialisasi," katanya.

Hindarsono menjelaskan, masa sterilisasi selama satu bulan ini, pengendara yang kedapatan melaju atau masuk di jalur bus Transjakarta, tetap ditindak berupa tilang.

"Dan nominal sanksi dendanya masih mengacu pada aturan lama, yakni Rp 50 ribu untuk sepeda motor dan Rp 100 ribu untuk kendaraan roda empat atau lebih," kata Hindarsono.

Menurutnya, kegiatan sterilisasi intensif yang digelar di semua koridor bus Transjakarya ini melibatkan personel dari Polda Metro Jaya serta dibantu jajaran Polres wilayah setempat. Namun, upaya sterilisasi ini tidak berjalan mulus. Masih banyak pengendara nakal yang nekat menerobos jalur itu.

Ia mencontohkan, dalam upaya sterilisasi yang dilakukan di jalur bus Transjakarta di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, atau di Koridor X (jurusan Tanjung Priok-Cililitan) ini, pihaknya melakukan penindakan terhadap menjaring 35 pengendara kendaraan roda empat.

"Semuanya kami tilang, karena tidak ada alasan kalau mereka mengaku tidak tahu. Sebab rambu larangannya sudah ada jelas. Kami juga jelaskan mengenai kemungkinan besaran denda baru atas pelanggaran akan lebih besar ke depannya," kata Hindarsono.

Menurut Hindarsono, kebijakan denda maksimal itu sudah dijelaskan dalam Pasal 287 ayat 1 dan 2 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Walaupun begitu komitmen penerapannya belun dilakukan, karena sejauh ini hakim hanya memberikan denda Rp 100 ribu bagi kendaraan roda empat atau lebih dan Rp 50 ribu terhadap pengendara roda dua.

Sayang, denda yang kecil tidak ada efek jera yang bisa ditimbulkan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Hindarsono mengatakan mekanisme penerapan sanksi denda maksimal sama seperti sebelumnya yakni masih memberlakukan tilang terhadap surat izin mengemudi (SIM) atau surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Barang bukti itu kemudian dikopi dan dikiriman ke jaksa agar tidak disalahgunakan oleh pemiliknya. "Kita tahu kalau harga SIM lebih murah dibanding denda tilang. Karena itu, untuk mengantisipasi alasan hilang, data pengendara itu juga akan kami blokir hingga proses sidang selesai," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, pihaknya optimis sanksi denda maksimal sudah dapat diterapkan paling lambat akhir November mendatang setelah pihak Kejaksaan menerima usulannya.

Dengan denda maksimal, kata Rikwanto, diharapkan ada efek jera yang dirasakan masyarakat sehingga sterilisasi bus Transjakarta terwujud. Menurutnya denda maksimal berlaku juga bagi aparat penegak hukum lainnya jika kedapatan menerobos jalur bus Transjakarta.

Rikwanto mengatakan Ditlantas Polda Metro Jaya bersama Dinas Perhubungan DKI dan Garnisun TNI sudah membentuk tim gabungan untuk bertugas menindak aparat nakal yang masuk ke jalur bus Transjakara. "Jadi, tidak ada alasan lagi dan tidak ada pandang bulu. Siapapun yang melanggar akan kami tindak," kata Rikwanto.

Selain membentuk tim gabungan, menurutnya, pihaknya juga membentuk tim pengawas yang bertugas memantau pergerakan petugas dilapangan terhadap kemungkinan pungli atau "main mata", dengan pengendara yang melanggar.

Dengan begitu, katanya, jika nanti masih ada petugas yang kedapatan menerima 'uang damai' pihaknya akan menindak tegas. "Kami juga berharap masyarakat tidak memancing dengan menawarkan damai atau hal-hal seperti itu," kata Rikwanto.

Baca Juga:

Jelang Penerapan Denda Rp 1 Juta, Polisi Sterilisasi Jalur Transjakarta

Kredit Macet BPR di Jambi Melewati Batas

Tristan Alif Dapat Uang Saku 1000 Dollar AS dari Komisi I DPR


http://id.berita.yahoo.com/jelang-penerapan-denda-rp-1-juta-polisi-sterilisasi-183410381.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger