Kampanye Dini, Sutiyoso Divonis Bersalah

TEMPO.CO, Semarang - Majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan hukuman percobaan kepada Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Sutiyoso, pada sidang pidana pelanggaran pemilu, kampanye rapat umum di luar jadwal.

"Terdakwa dijatuhi hukuman penjara 1 bulan dengan masa percobaan 2 bulan dan denda Rp 1 juta subsider 15 hari kurungan," kata ketua majelis hakim, Fatchul Bari, Rabu, 30 Oktober 2013.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang menuntut pidana penjara 1 bulan dengan masa percobaan 2 bulan dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan. Sutiyoso didakwa dengan Pasal 276 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD.

Dengan vonis ini, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tak harus menjalani hukuman penjara. Meski demikian, ia mengaku masih akan mempertimbangkan apakah akan menerima vonis atau melakukan banding.

"Karena sesuai dengan keterangan ahli, apa yang saya lakukan bukan pelanggaran pidana, tapi pelanggaran administrasi," ujar Sutiyoso seusai persidangan. Ia juga berkilah halalbihalal yang dia hadiri tidak dilarang oleh Komisi Pemilihan Umum, serta bukan bentuk kampanye rapat umum.

Saksi Ahli berkata...

Sebelumnya, dua saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan berbeda pendapat soal dugaan pelanggaran kampanye terbuka yang didakwakan kepada Sutiyoso. Saksi ahli Hasyim Asyarie dari Universitas Diponegoro, yang juga mantan anggota KPU Jawa Tengah, menyatakan bahwa yang dilakukan Sutiyoso memenuhi unsur kampanye rapat umum serta mendahului jadwal. Mestinya, kampanye rapat umum hanya diperbolehkan pada 16 Maret-5 April 2014.

Adapun saksi ahli Eddy O.S. Hiariej, pakar hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, berpendapat, apa yang dilakukan Sutiyoso bukan bentuk pelanggaran pemilu. Pelanggaran pemilu hanya ada dua, yakni penggelembungan suara (election fraud) dan praktek kampanye menggunakan fasilitas negara (corrupt campaign practice).

Menurut Eddy, pelanggaran pemilu harus bersifat formal, bukan materiil. Karena itu, kata dia, acara yang dihadiri Sutiyoso adalah halalbihalal, bukan rapat umum, sekalipun ada unsur kampanye yang dilakukan Sutiyoso.

Acara yang dipersoalkan itu bertempat di lapangan Sabrangan, Gunungpati, Kota Semarang, pada 1 September 2013. Di sana, Sutiyoso berorasi pada acara halalbihalal yang diselenggarakan PKPI Kota Semarang. Dalam orasinya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengajak massa yang hadir untuk memilih PKPI pada Pemilu 2014 nanti.

SOHIRIN

Topik Terhangat:

Prabowo Subianto | FPI Geruduk Lurah Susan | Misteri Bunda Putri | Dinasti Banten | Suap Akil Mochtar

Berita Terpopuler:

Detik-detik Menegangkan Penangkapan Heru

Pengedar Foto Bugil Polwan Lampung Mantan Pacar 

Heru Sulastyano Ditangkap di Rumah Istri Mudanya? 

Ayah Korban Kasus Video SMP 4: Anak Saya Ketakutan 

Soal Lurah Susan, Menteri Gamawan Pasrah 


http://id.berita.yahoo.com/kampanye-dini-sutiyoso-divonis-bersalah-143623496.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger