Brigadir Budi Peras dan Aniaya Warga Palangkaraya

Laporan Wartawan Banjarmasin Post Mustain Khaitami

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Utang piutang berbuntut penganiayaan. Itulah yang dialami Purwanto, sehingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Doris Sylvanus.

Warga Jalan Jati Palangkaraya, Kalimantan Tengah itu hingga Rabu (6/11/2013) malam tadi mengaku belum bisa melihat secara normal.

Dahinya juga robek sehingga harus dijual akibat dipukul oleh Budi yang kabarnya anggota Propam Polda Kalteng berpangkat brigadir.

"Menurut dokter yang memeriksa, matanya mengalami gangguan pada bagian kanan," ujar Kuasa Hukum Purwanto, Rio Denamore. Penganiayaan itu sudah dilaporkan istri Purwanto, Zaskia ke Polres Palangkaraya.

Penganiayaan itu, terjadi di rumah rekan Purwanto, Davidson. Saat itu terjadi pertemuan yang membahas utang piutang antara Budi dan Purwanto. Budi datang bersama rekannya yang konon juga seorang polisi, Arief. Sementara  Purwanto bersama Zaskia.

Saat ditagih membayar utangnya sebesar Rp 40 juta, Purwanto menolak membayar karena merasa tidak pernah berutang sebanyak itu kepada Budi terkait peminjaman mobil. Purwanto mengakui memang pernah berutang waktu di Jakarta, sekitar Rp 3,6 juta.

Purwanto juga dinilai berutang Rp 9 juta, karena pernah menggunakan mobil milik adik Budi. Selain itu, juga berutang pembayaran kayu dan pengawalan kayu dari Gunungmas ke Palangkaraya sebesar Rp 4,5 juta, sehingga total utang yang diminta untuk dibayar mencapai Rp 16,5 juta.

"Karena tidak mau banyak omong, saya genapkan utang tersebut menjadi Rp 20 juta dan Rp 10 juta sudah sudah dibayar. Tetapi kok dia meminta saya membayar lagi utang sebesar Rp 40 juta. Istri saya tidak terima dan meminta penjelasan. Budi semula ingin memukul istri saya, tetapi tidak kena. Budi kemudian memukul saya ," kata Purwanto yang memiliki usaha kayu di Gunungmas.

Pukulan Budi mengenai jidat Purwanto hingga harus mendapat 10 jahitan. Kepala Purwanto juga membentur sandaran kursi tamu hingga benjol. Selain penglihatan kabur, dia juga mengaku kepalanya masih pusing. "Kami minta masalah ini diproses secara hukum. Laporannya juga telah disampaikan ke Polres Palangkaraya," kata Rio.

Hingga malam tadi, Budi belum bisa dikonfirmasi. Sementara Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu mengatakan belum mengetahui kejadian tersebut. "Saya sudah tanya Kabid Propam, katanya juga belum ada laporan. Dari kapolres, dikatakan waktu itu pelapor saat akan dimintai keterangan, izin keluar tapi tidak kembali," kata dia.

Kepala Bidang Propam Polda Kalteng, AKBP Raden Zulfahri juga mengaku belum mengetahui.

"Belum tahu, saya baru tahu dari wartawan. Saya terima kasih sudah dikasih tahu. Nanti kami proses kalau laporan itu sudah masuk ke kantor kami. Soal sanksi tentunya jika terbukti dan tergantung tindak pelanggarannya," ucapnya.

Sementara Kapolresta Palangkaraya, AKBP Hendra Rochmawan mengatakan masih mendalami kasus tersebut. Dia juga mengaku masih mencari terduga pelaku. Sementara terkait etika, Hendra menyerahkan kepada Propam Polda Kalteng.

Baca Juga:

Brigadir Budi Peras dan Aniaya Warga Palangkaraya

Hartati Murdaya Kesal Dibohongi Anak Buahnya

Masih Ada Anggota DPR Bermasalah Dapat Dana Pensiun


http://id.berita.yahoo.com/brigadir-budi-peras-dan-aniaya-warga-palangkaraya-063717606.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger