Mahfud Suroso Diduga Lakukan Mark-Up Proyek Hambalang

Jakarta (Antara) - Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Mahfud Suroso yang baru ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang diduga melakukan mark-up dalam proyek yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp463,66 miliar.

"Salah satu dugaan dalam pembangunan sarana dan prasarana Hambalang yang disimpulkan menyebabkan kerugian negara adalah adanya dugaan mark-up," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, di Jakarta, Rabu malam.

Mahfud diduga melanggar pasal 2 atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perusahaan PT Dutasari Citralaras merupakan subkontraktor dari PT Adhi Karya dalam penyediaan jasa instalasi kelistrikan.

"Dia diduga sebagai pihak yang diuntungkan dalam proyek tersebut," ujar Johan.

Sebelumnya Mahfud telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal Imigrasi selama enam bulan sejak 27 April 2012 dan sudah habis masa berlakunya.

Mahfud telah beberapa kali diperiksa penyidik KPK berkaitan dengan posisi Dutasari sebagai subkontraktor Adhi Karya dalam proyek Hambalang senilai Rp1,2 triliun.

Audit BPK mengungkapkan bahwa Mahfud Suroso selaku Direktur Utama PT Dutasari Citralaras menerima uang muka sebesar Rp63,3 miliar yang tidak seharusnya diterima.

Temuan aliran dana ini diduga terkait dengan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang mengatakan PT Dutasari Citralaras berperan dalam menampung fee proyek Hambalang yang selanjutnya dialokasikan ke Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan DPR.

Pada pertengahan tahun lalu Nazaruddin sempat menyatakan Mahfud juga berperan mengatur pengadaan proyek dengan PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya.

PT Dutasari Citralaras merupakan salah satu perusahaan yang menjadi subkontraktor pengerjaan proyek Hambalang, sebagian sahamnya dimiliki Mahfud Suroso dan Munadi Herlambang sedangkan hingga 2008, istri Anas Urbaningrum yaitu Athiyyah Laila juga menjadi komisaris di perusahaan tersebut. (ar)


http://id.berita.yahoo.com/mahfud-suroso-diduga-lakukan-mark-proyek-hambalang-151754901.html
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger